31 March 2012

*pengorbanan*

Malam ini ku renung langit gelap,
Ku terima satu pernyataan baru,
Saat ku tahu akan hadirnya satu kenyataan,
Entah mengapa hatiku pilu,
Meski aku belum mengetahuinya,
Namun detak jantung yang kencang melemaskanku,
Air mata berlinang membasahi pipi,
Aku seakan menghidu kekalahan,
Kecundangnya aku dalam mainan perasaan,
Sakit hatiku perih batinku,
Aku merasa terlalu kecewa,
Merasa terlalu hampa dan lelah,
Aku benci kesedihan dan kesakitan,
Aku lelah bersedih dan sering kecundang,
Cintaku musnah harapku hancur,
Kini aku tetap menanti dan menunggu,
Akan kenyataan yang bakal aku ketahui,
Sungguh ku katakana bintang,
Aku hancur sehancur2nya,
Bulan,dengarkan aku,
Kini aku menyerah sebelum bertarung.
Wait for true LoVe

SaatQ Kenal Kamu

Dalam keramaian tahun baru,
Dalam kehangatan insan yang sedang berpacaran,
Aku susuri jalan dengan hati yang gundah,
Hati yang pilu karna merindui dirinya di sana,
Saat kerapuhanku menyiksa,
Ku temukan seorang insan,
Yang hadir dengan senyumannya,
Yang memandang dengan mata elangnya,
Dia hulurkan tangan sebagai salam perkenalan,
Sungguh ku tak menyangka akan ku temui,
Insan baru yang menggetarkan jiwaku,
Aku ingin mengenalnya lebih dari teman,
Ingin mengenal hatinya yang terdalam,
Tapi mungkin semua tinggal harapan,
Harapan kosong yang selalu di hatiku,
Mungkin dia jadi milik sahabatku,
Mungkin dia lebih senang dengan sahabatku,
Bukan dengan diriku,
Meskipun ku relakan,
Namun hatiku tetap pilu,
Berdarah bersama sembilu.
Wait for true LoVe

Perihnya LukaQ

Saat luka lama berdarah kembali,
Betapa perihnya hatiku,
Luka yang ku simpan jauh d lubuk hatiku,
Dengan harapan semoga hilang,
Luka yang semakin sembuh dengan seiringnya waktu,
Hari2 sepiku tetap ku jalani  walau payah buatQ,
Aku hampir melupakan kisah laluku yang pedih,
Semua kelihatan lebih sempurna denganmu,
Kita jalani kisah cnta berdua,
Jalani hari kita bersama,
Namun entah badai apa yang melanda hatimu,
Hingga akhirnya kau pergi tuk cinta yang baru,
Apa kurangnya aku di matamu,
Apa aku kurang setia denganmu,
Memang ku akui diriku tak secantik primadona,
Tapi aku juga punya hati,
Kau tnggalkanku dengan cara tak terhormat,
Hanya secarik kertas kecil kau tinggalkan pesan,
Yang mengatakan kepergianmu tuk cinta yang lain,
Kini aku terpuruk dalam luka yang dulu,
Kini luka itu menjadi amat perih seumpama di tikam oleh sembilu,
Ditusuk oleh belati dengan bertubi2,
Biarlah ku simpan rinduku,
Biarlah ku simpan cintaku,
Biarlah ku simpan kenangan kita,
Aku tak kan mencarimu lagi,
Semoga kau bahagia bersamanya.
Wait for true LoVe