24 June 2012

Hari Pembalasan

Saat mentari tak bersinar lagi,
Saat lautan menjadi api,
Saat bumi tak utuh lagi,
Manusia semakin cemas,
Berlari ke sana ke sini,
Mencari tempat perlindungan,
Namun saat itu tak kan ada lagi,
Semua harus pasrah,
Karna semua telah terjadi,
Tak seorang pun mampu menghalangnya,
Sekalipun dia seorang pemimpin luar biasa,
Terdengar jeritan memohon keampunan,
Terdengar rantapan dan tangisan,
Kala semua yang ada dalam tanah terkeluar,
Saat yang ada di bumi hancur bertaburan,
Tahukah engkau wahai sahabat,
Apa artinya itu semua,
Semua kejadian ngeri itu,
Memberi tanda tiba lah HARI PEMBaLASAN,
Yakni dipanggil,HARI KIAMAT.


Mari bertaubat beramai2..
Wait for true LoVe

1 June 2012

amArah

                              <-----Assalamualaikum----->

Hujan malam ini tak mampu menenagkan aku,
Amarah meluap terkumpul menjadi dendam,
Dendam yang akan tetap tersemat di  jiwa,
Tak terkalahkan malah semakin menebal,
Hingga jiwa tak dapat menahan perasaan,
Dan akal sihat tak mampu lagi mengawal,
Semua akan berakhir dengan ngeri,
Tanpa ada rasa simpati sedikit di hati,
Terus ku pupuk dendam dengan amarah,
Hingga tiba satu saat nanti tiba waktuku,
Akan kubalas kau dengan lebih kejam,
Cukup hanya satu lelaki membuatku mati,
Tidak dengan hadirmu sebagai pengganti,
Mati rasa saat dia tinggalkan aku,
Kini kau hadir dengan sejuta penghinaan,
Kelak kaummu hanya membuat diriku hancur,
Menjadi keping'' setelah semua luka tergores,
Sekian lama aku memupuk kesabaran,
Mencoba menjadi insan penyabar dan penuh kasih sayang,
Kau hadir dalam sekelip mata menghancurkan dinding kesabaran,
Melepaskan api kebencian yang telah lama ku pendam,
Kini sudut gelap hatiku mula menggembang,
Menjadikan diriku seorang pendendam yang tegar,
Jika satu saat kelak aku menjadi seorang pembunuh,
Anggap saja aku membunuh masa lalu,
Saat kau menjadi destinasiku yang terakhir,
Jangan pernah kau merayu tuk meminta simpatiku,
Karna dirimu telah matikan jiwaku tuk kebaikan,
Apalagi untuk sgala macam KEMAAFAN.
Wait for true LoVe