its fine till you decide to give all of you and u end up left with nothing
14 November 2023
AIBMR
Oktober tahun lalu terasa seperti baru kemarin,
Wait for true LoVe
Cinta yang ku rangkul selama 8 tahun
Terasa seperti belum puas ku belai dan kujaga,
Sekuat hati ku bertahan agar kau tetap bertahan,
Bermati-matian aku merayu dan memintamu tetap di sini,
Mungkin cinta yang kita punya hanya sebatas desir angin yang menyelimuti,
Mungkinkan rasa yang kita punya hanya sekedar rasa nyaman namun tidak nyata,
Entah bertemu atau tidak di masa akan datang,
Akan selalu ku bawa melodi dan memori yang kita punya,
Sering ku bicara bagaimana aku akan tetap mencintaimu,
Seperti orang buta tanpa tongkat ku berlari mengejarmu,
Berharap kau akan berhenti dan menggengam tanganku,
Namun aku terlalu gegabah mengejarmu,
Jatuh berdarah aku menangisimu,
Kau bahkan tidak sedikit menoleh ke arahku,
Entah cinta seperti apa yang kau cari,
Dahulu yang ku tau hanya untuk mencintaimu tanpa batas,
Hingga akhirnya ku tersadar karna terluka hatiku,
Sekarat aku menggengam lukaku sambil melihatmu,
Ku serahkan nyata dan angan untuk memelukmu,
Tanpa ku sadari kau yang di sini membunuhku tanpa ampun,
Aku tidak menangisimu lagi kini,
Tapi Illahi-Taala semoga sakit yang ku rasa kala ini,
Tidak akan ku temui lagi di kehidupan akan datang,
Entah apa yang kau fikir aku sudah tidak peduli,
Sekarat aku merintih memintamu kembali,
Berlutut aku memohon agar tidak kau tancapkan luka ini,
Entah bertemu atau bertamu,
Semoga kau menemukanku dikala kau sendiri,
Berlutut di atas luka yang tidak kau sangka,
Saat itu semoga luka itu datang dari pisau yang kau tancap sendiri,
Perlahan membunuhmu dan merobek segenap keinginanmu untuk terus bertahan,
Kepada kekasihku yang telah meninggalkanku untuk orang yang baru,
Ku tulis puisi untuk kau baca kelak kau merindukanku,
Semoga berbahagia dengan karma yang memelukmu sampai mati.
Subscribe to:
Posts (Atom)


